Tangani Gigi Sensitif, Nikmati Makanan Favorit
Pernahkah anda merasa gigi anda ngilu sesaat setelah mengkonsumsi minuman atau makanan dingin, panas, atau terlalu manis? Jika ya, maka gigi anda termasuk gigi sensitif, dan anda harus segera mengatasinya, agar kenikmatan makan anda tidak terganggu.
Kondisi gigi ngilu saat kita mengkonsumsi makanan atau minuman panas, dingin, dan manis menjadikan persepsi di kalangan masyarakat bahwa memang gigi sensitif disebabkan oleh makanan bersifat panas, dingin dan manis. Akhirnya hal ini menyebabkan tidak sedikit pecinta makanan terpaksa melakukan penyesuaian terhadap pemilihan makanan yang mereka konsumsi.
Persepsi salah yang berkembang di masyarakat ini didapatkan dari hasil riset Pepsodent Sensitive Expert yang bekerjasama dengan Synovate dan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran mengenai gigi sensitif atau hipersensitive dentin dalam istilah kedokteran. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2009 ini menunjukan 65 % orang Indonesia mengalami gigi sensitif dan sering ditemukan di usia 30-45 tahun. “Lebih dari 50% masyarakat Indonesia menyadari bahwa mereka memiliki gigi sensitif dan tidak melakukan tindak lanjut guna mengatasinya,” ujar Varina Merdekawaty selaku Brand Manager Pepsodent Sensitive Expert.
Membedah lebih lanjut seputar penyebab gigi sensitif yang terbukti kebanyakan menyerang wanita, drg. Hari Sunarto, Sp. Perio (K), yang juga staf pengajar di Departemen Periodonsia menjelaskan penyebab gigi sensitif. ”Penyebab utama gigi sensitif adalah terbukanya saluran-saluran kecil pada dentin gigi yang sering disebut tubuli. Saluran dentin ini berhubungan langsung dengan syaraf gigi. Sehingga ketika rangsang makanan dan minuman datang akan segera mengenai dentin dan langsung diteruskan ke syaraf gigi,” paparnya gamblang.
Terbukanya saluran-saluran kecil pada dentin gigi sendiri dapat disebabkan beberapa hal misalnya salah penyikatan ketika sikat gigi, proses peradangan maupun kebiasaan buruk seperti jarang sikat gigi, terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang dapat merusak dentin gigi. Ada beberapa langkah perawatan yang dapat dilakukan untuk menghilangkan gigi sensitif yaitu dengan cara kontrol plak yang baik karena penumpukan plak juga dapat menghalangi agen desensitisasi melekat pada tubulus dentin.
Satu cara lagi yang paling efektif yaitu dengan sikat gigi teratur dan penggunaan toothpicks, stimulators, dan flossing yang dapat membantu desensitisasi permukaan akar. Untuk memaksimalkan penyembuhan gigi sensitif, ada baiknya anda memilih pasta gigi yang khusus untuk gigi sensitif, yang tidak hanya mengandung flouride saja, namun juga memiliki komponen aktif tambahan untuk desensitisasi seperti stronsium, potassium dan sodium sitrat yang dapat bekerja menutup tubulus dentin. Selain pasta gigi, anda juga bisa memilih larutan kumur dan gel fluoride serta chewing gum yang mengandung potassium nitrat dan sodium fluoride, potassium sitrat dan sodium fluoride yang juga banyak digunakan. (larawana)




